Pernyataan Terkini Wapres Ma’ruf Amin Terkait Vaksinasi Covid-19 – Ma’ruf Amin, Vice President Wapres, menyinggung soal vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Salah satunya, pemerintah telah menjamin ketersediaan vaksin Covid-19.

Pernyataan Terkini Wapres Ma’ruf Amin Terkait Vaksinasi Covid-19

Sumber : news.detik.com

backpagelowell – Karena menurut Ma’ruf Amin, pemerintah telah melakukan hubungan diplomasi dengan beberapa negara produsen untuk mempersiapkan dosis vaksin yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Maruf mengatakan: “Melalui diplomasi dan kerja sama internasional yang berkelanjutan, Indonesia berhasil mengamankan pasokan vaksin Covid-19 yang mencukupi untuk memenuhi semua kebutuhan kita.”

Selain itu, ia juga mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam sosialisasi program vaksinasi Covid-19. Termasuk da’i yang berdakwah pada hari Jum’at.

Maruf mengatakan: “Para ulama berpartisipasi melalui dakwah dan dakwah Jum’at. Selain Majelis Ulama, ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah) dan staf administrasi utama ormas lainnya.”

Berikut sederet Pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang dihimpun oleh Liputan6.com:

1. Jamin Ketersediaan Vaksin Covid-19

Sumber : idxchannel.com

Wakil Presiden Vappel Maruf Amin mengatakan, pemerintah berjanji menyediakan vaksin Covid-19 karena telah berdiplomasi dengan beberapa negara untuk memberikan vaksin dalam dosis yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat Indonesia.

Wapres dalam keterangannya yang dikeluarkan Jumat (26/2/2021) di Jakarta, mengatakan: “Melalui diplomasi dan kerja sama internasional yang berkelanjutan, Indonesia berhasil mendapatkan vaksin Covid-19 yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan kita.”

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, hingga akhir Januari, 130 negara masih belum divaksinasi Covid-19; Wapres tutup online pada Kamis, 25 Februari, “Menanggapi Pandemi Covid-19: Kesehatan, Ekonomi, Diplomasi, dan Perspektif Sosial “Di akhir konferensi internasional disebutkan bahwa bahkan beberapa negara maju tidak dapat memastikan bahwa setiap orang akan memiliki akses terhadap vaksin.

Maruf Amin mengatakan: “Masih ada 130 negara yang belum menggunakan vaksin Covid-19 yang sebagian besar merupakan negara berkembang. Sehubungan dengan hal tersebut, kita patut berterima kasih kepada Indonesia atas perbaikannya.”

Menurut Ma’ruf Amin, sejak awal pandemi masyarakat sangat menantikan vaksin Covid-19, karena melalui vaksinasi dapat terbentuk komunitas atau kawanan imun suatu negara yang dapat mencegah Covid-19. penyakit yang disebabkan oleh -19.

Baca juga : 3 Wilayah di Indonesia Diguncang Gempa pada Rabu 24 Februari 2021

2. Indonesia Ingin Ekspor Vaksin Covid-19

Sumber : cnnindonesia.com

Kemudian menurut Maluf, selain memastikan vaksin tersebut tersedia untuk masyarakat, Indonesia bahkan berjanji akan mengekspor vaksin Covid-19 untuk membantu negara-negara di Asia Tenggara mendapatkan vaksin tersebut.

Melalui komitmen tersebut, Indonesia juga mendapatkan apresiasi dunia internasional atas rencana pemberian vaksin Covid-19 ke negara lain secara merata.

“Indonesia juga berkomitmen untuk membantu negara-negara sahabat di kawasan yang membutuhkan vaksin Covid-19. Indonesia juga telah berperan aktif dalam diplomasi rencananya untuk memberikan vaksin Covid-19 secara merata ke seluruh negara di dunia, yaitu dunia internasional menghargai. ”Ma’ruf menjelaskan.

3. Optimistis Target 1 Juta Vaksinasi Covid-19 per Hari

Sumber : beritajakarta.id

Ma’ruf Amin mengakui, salah satu upaya menghentikan penyebaran Covid-19 adalah program vaksinasi.

Oleh karena itu, pemerintah kini mulai menargetkan jumlah masyarakat yang menerima 1 juta vaksin setiap hari.

“Mulai 13 Januari 2021, rencana vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan di Indonesia. Tujuannya agar 182 juta orang bisa mendapat vaksin dalam waktu 15 bulan. Dengan cara ini bisa dicapai dalam waktu kurang dari 1 tahun. tahun Imunisasi komunitas (imunisasi kelompok) dan pemerintah Targetnya menargetkan 1 juta vaksin Covid-19 setiap hari.

Melihat peningkatan jumlah orang yang menerima vaksinasi Covid-19 setiap hari, Marouf optimis dapat mencapai target 1 juta orang dalam sehari.

Marouf Amin berkata: “Saya melihat semakin banyak hari (negara penerima). Kita harus mencapai target 1 juta per hari. Ini juga permintaan Presiden.

Maruf menambahkan, pemerintah terus berupaya untuk mencapai target 1 juta orang divaksinasi Covid-19. Misalnya penyederhanaan prosedur teknis seperti registrasi, pendistribusian dan data tentang penerima vaksin.

4. Penambahan Stok Vaksin Covid-19

Sumber : nasional.kontan.co.id

Kemudian, kata Maluf, tanpa mengandalkan impor, jumlah stok vaksin Covid-19 juga akan terus meningkat.

“Kami sedang percepat produksi vaksin yang diproduksi di dalam negeri. Selain itu, vaksinator juga diproduksi dari Polri. Selain itu, tidak hanya di rumah sakit pemerintah, tetapi juga di rumah sakit swasta semakin banyak lokasi vaksinasi, Dan dia mengatakan: “Area lain yang akan terlibat juga akan berperan. ”

Namun, dia setuju bahwa dosis vaksin global masih sangat pendek. Di saat yang sama, diketahui bahwa Indonesia sendiri pada awalnya sudah memiliki 142 juta vaksin.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang mengupayakan 40% atau sekitar 70 juta dari total penduduk Indonesia sebagai tahap awal vaksinasi.

Marouf berkata: “Jika 70 juta vaksin telah divaksinasi, maka kami akan terus mengejar hingga 182 juta.”

5. Minta Khutbah Jumat Masifkan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Sumber : minews.id

Terakhir, Maluf mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam sosialisasi program vaksinasi Covid-19. Termasuk da’i yang berdakwah pada hari Jum’at.

Ia mengatakan: “Ulama dilibatkan melalui dakwah dan dakwah Jum’at. Selain Majelis Ulama, ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lain-lain. Staf administrasi utama ormas,” ujarnya.

Marouf mengatakan, sosialisasi skala besar dapat membantu pemerintah mencapai tujuannya untuk memvaksinasi 1 juta orang setiap hari.

Selain itu, Panitia Ulima Indonesia atau MUI menyatakan vaksin yang digunakan di Indonesia telah lulus sertifikasi halal.

Ia menjelaskan: “Oleh karena itu, ketika masyarakat mempertanyakan vaksin ini, selain keefektifan, khasiat dan kehalalannya, Panitia Ulima Indonesia juga ikut serta dan menyatakan halal.”

Selain menggunakan cara-cara religius untuk bersosialisasi, diperlukan juga sosialisasi kepada pejabat pemerintah (seperti TNI, Polri, dan petugas kesehatan), yang juga menjadi kunci cepat mencapai tujuan vaksinasi.

Marufu Amin berkata: “Sebenarnya, kegiatan sosialisasi semacam ini sangat meluas, di seluruh dunia. Makanya saya katakan sekarang, yang kita lihat adalah orang-orang antri untuk vaksinasi.

6. Manfaat Penting Vaksinasi Covid-19

Sumber : theconversation.com

Vaksinasi atau imunisasi adalah suatu prosedur pemberian antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau mati, dan bisa juga hanya sebagian dari virus atau bakteri tersebut. Tujuannya agar sistem kekebalan dapat mengenali dan melawan saat terkena penyakit.

Padahal, ketika seseorang terinfeksi virus atau bakteri penyebab suatu penyakit, maka secara alamiah dapat membentuk sistem kekebalan terhadap penyakit tersebut. Namun, infeksi virus corona memiliki risiko kematian dan penularan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan cara lain untuk membentuk sistem kekebalan, yaitu vaksinasi.

Vaksin COVID-19 yang tiba di Indonesia mengandung virus Corona tertutup (SARS-CoV-2). Dengan mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa kebal terhadap virus Corona tanpa terlebih dahulu terinfeksi.

Jika Anda mendapatkan vaksin COVID-19, Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan, antara lain:

1. Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, vaksin COVID-19 dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan cara ini, risiko Anda tertular virus ini akan sangat berkurang.

Bahkan jika seseorang yang telah divaksinasi terinfeksi COVID-19, vaksin tersebut dapat mencegah gejala dan komplikasi yang serius. Akibatnya, jumlah orang yang sakit atau meninggal akibat COVID-19 akan berkurang.

2. Mendorong terbentuknya herd immunity

Seseorang yang divaksinasi COVID-19 juga dapat melindungi orang-orang di sekitarnya, terutama kelompok yang berisiko tinggi, seperti lansia di atas 70 tahun. Ini karena orang yang divaksinasi kecil kemungkinannya menularkan virus Corona.

Jika divaksinasi bersama, vaksin COVID-19 juga dapat mendorong pembentukan imunitas ternak di masyarakat. Artinya, orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin (seperti bayi baru lahir, lansia, atau orang dengan penyakit sistem kekebalan tertentu) dapat dilindungi oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, untuk memperoleh kekebalan ternak di masyarakat, penelitian menunjukkan bahwa setidaknya 70% populasi negara harus divaksinasi.

3. Meminimalkan dampak ekonomi dan sosial

Manfaat vaksin COVID-19 tidak hanya untuk bidang kesehatan, tetapi juga untuk bidang ekonomi dan sosial. Jika sebagian besar masyarakat sudah memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap COVID-19, maka aktivitas sosial ekonomi masyarakat dapat kembali normal.

Baca juga : Fakta-Fakta Vaksin COVID-19 Palsu Asal China

7. Kelompok Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Sumber : grafis.tempo.co

Saat ini jumlah vaksin yang tersedia di Indonesia masih belum cukup untuk segera tersedia bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ada beberapa kelompok yang memprioritaskan untuk mendapatkan vaksin COVID-19 terlebih dahulu.

Berikut adalah beberapa kategori prioritas untuk vaksin COVID-19:

Petugas kesehatan yang berisiko tinggi terinfeksi dan menyebarkan COVID-19
Anggota TNI / Polri, pejabat hukum dan pejabat layanan publik lainnya yang berisiko tinggi tertular dan menyebarkan COVID-19 karena ketidakmampuan mereka untuk menjaga jarak secara efektif
Orang dengan risiko kematian tinggi akibat penyakit penyerta COVID-19, termasuk lansia

Setelah semua kelompok prioritas di atas mendapatkan vaksin COVID-19, kelompok pemberi vaksinator COVID-19 lainnya akan terus divaksinasi, mulai dari penduduk di daerah yang banyak kasus COVID-19 hingga seluruh pelosok Indonesia.

Dari fakta di atas terlihat bahwa vaksin COVID-19 membawa banyak manfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang. Oleh karena itu, meskipun banyak masalah seputar vaksin yang tidak jelas, Anda tidak perlu ragu atau takut untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Sambil menunggu peredaran vaksin COVID-19, Anda harus mengikuti prosedur kesehatan dan menghindari keluar atau bergaul dengan sebanyak mungkin orang.

RSS
Follow by Email