Daftar Proyek Bendungan di Indonesia yang Rampung pada 2021 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bercita-cita menyelesaikan delapan bendungan dalam rencana strategis nasional tahun ini.

Daftar Proyek Bendungan di Indonesia yang Rampung pada 2021

Sumber : ekonomi.bisnis.com

backpagelowell – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Sumber Daya Air menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan delapan bendungan di beberapa wilayah tahun ini. Bendungan tersebut dibangun untuk mendukung rencana ketahanan air dan pangan nasional.

Dihimpun dari bisnis.com, berikut beberapa Proyek Bendungan yang Akan Rampung di Tahun 2021 :

1. Bendungan Tapin

Sumber : cnbcindonesia.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan pembangunan bendungan baru di beberapa provinsi untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Salah satu bendungan yang sudah memasuki tahap akhir adalah Bendungan Tabin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tabin, Kalimantan Selatan (Kalimantan).

Bendungan Tapin dibangun dengan tipe tiang batu inti berbentuk sabuk vertikal dengan kapasitas 70,52m³. Hingga 31 Januari 2020 progres konstruksi sudah mencapai 95%, dan direncanakan selesai tahun ini.

Dengan selesainya pembangunan bendungan tersebut, maka berpotensi memberikan pelayanan pengairan di Kabupaten Tabin seluas 5.472 hektare.

“Pembangunan bendungan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi. Oleh karena itu, akan menguntungkan jika membangun bendungan dengan biaya tinggi karena air pasti akan mengalir ke persawahan petani.

Menurut Menteri Basuki, pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Keberadaan bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendali banjir dan pariwisata yang akan mendorong pembangunan ekonomi daerah.

Keberadaan bendungan tersebut diharapkan mampu menyediakan 500 liter air baku perdetik di kawasan ibukota Lantau Kabupaten Tarpon, mereduksi banjir 107 meter kubik perdetik, menghemat air (pengisian air tanah), kawasan wisata waduk (DAS) daerah Tabin dan 3,30 Sumber air MW pembangkit listrik tenaga air. Pembangunan bendungan dimulai pada akhir 2015 dan menelan biaya Rp1.058 miliar.

Bendungan Tabin dilengkapi dengan lorong sepanjang 21 kilometer dan lebar 7 meter, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, dek observasi, dan ruang generator. Bendungan utama setinggi 70 meter, terowongan melingkar setinggi 430 meter, tinggi cofferdam 29 meter, dan pelimpah (overflow) dengan panjang 234 meter dan lebar 10-19 meter.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga akan melaksanakan pembangunan dan pemulihan jaringan irigasi Pitab di Kabupaten Balangan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk meningkatkan pasokan air ke wilayah pertanian. Biaya pembangunan Distrik Irigasi Pitapu (DI) sebesar Rp258 miliar dan akan menyediakan air irigasi untuk 4755 hektar lahan.

Selain itu, pada tahun 2018 telah selesai pembangunan DI Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyediakan lahan seluas 5.000 hektar dengan harga 250 miliar dirham; pembangunan DI Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan menyediakan 88 miliar areal pertanian di dengan biaya 5.472 hektar di Indonesia perisai.

Baca juga : 7 Fakta Menarik dalam Sejarah Pemilu AS

2. Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka

Sumber : eppid.pu.go.id

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Thika, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya sudah selesai dan dibuka masing-masing pada 2018 dan 2011.

Kedua bendungan tersebut, Raknamo dan Rotiklot, diselenggarakan pada tahun 2019 oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pekerjaan penampungan air bendungan Napun Gete telah dimulai pada Desember 2020. Saat ini, beberapa pekerjaan pemilahan / finishing masih dalam proses sebelum operasi resmi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta agar pembangunan Bendungan Napun Gete dipercepat untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. “Pasokan air adalah kunci pembangunan NTT.

Curah hujan di NTT lebih rendah dari daerah lain. Untuk itu, perlu banyak bendungan dan waduk untuk mengatasi krisis air untuk air minum, pertanian, peternakan, dan wilayah lainnya.

Endra S. Atmawidjaja, staf ahli Menteri Teknologi, Industri, dan Lingkungan PUPR juga menjadi juru bicara PUPR mengatakan hal itu sesuai sambutan Presiden Jokowi pada acara peresmian Bendungan Tukul, Minggu (14/2/221) kemarin, beberapa bendungan lainnya akan diresmikan dalam waktu dekat, yakni Bendungan Gerbang Lampang, NTT, Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan, dan Sindang Heula di Provinsi Banten.

Dikutip dari bisnis.com, Endera menuturkan: “Untuk itu, hari ini kami mengunjungi Bendungan Napong Gote untuk memastikan kesiapan semaksimal mungkin, terutama dari jalan raya nasional hingga bendungan sepanjang 11 kilometer yang saat ini sedang dibangun.” NTT Mo Meire, Selasa (16/2/2021).

Selain akses jalan, Endera juga menekankan pentingnya mempercantik lingkungan di kawasan bendungan.Di Napun, potensi bendungan Napun Gete tidak hanya dimanfaatkan untuk air baku dan irigasi, tetapi juga bisa menggantikan Resort wisata baru Maumere.

“Kami mensyaratkan selain menanam tanaman hias / bunga di kawasan bendungan, mereka juga menanam pohon rindang khas NTT, seperti pamer, kelor, alpukat, dll. Terakhir, kami juga membutuhkan kontraktor dari pintu gerbang utama, kawasan perkantoran, Dek observasi, apron masuk ke area spillway untuk dirapikan / dirapikan, ”kata Endera.

Agus Sosiawan, Kepala Wilayah Sungai Kubang Nusa Tenggara II-Direktur Jenderal Sumber Daya Air, mengatakan saat ini progres pengisian air bendungan Napun Gete sudah mencapai 40% dari total 11,2 juta meter kubik air.

Rencana bendungan Napun Gete dapat mengairi 300 hektar lahan irigasi. Diharapkan penyelesaian bendungan ini dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19, khususnya di sektor pertanian.

Luas kolam renang Waduk Napun Gete adalah 99,78 hektar (Ha). Menteri Basuki menjelaskan keistimewaan Bendungan Napun Gete adalah aliran dasarnya lebih baik dari pada Rotiklot Kabupaten Belu dan Raknamo sebesar 3,3 juta m3.

Selain irigasi, bendungan multifungsi ini juga menyediakan air baku untuk Kabupaten Sikka hingga 214 liter / dtk, kapasitas pengendalian banjir hingga 219 meter kubik / dtk, dan memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 0,71 MW.

Bendungan juga dapat digunakan untuk pengendalian banjir, perlindungan dan lahan wisata, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pembangunan Napun Gete menggunakan biaya APBN (Rp 880 miliar) yang dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya (Persero), dan masa pelaksanaannya akan dimulai pada Januari 2017.

Saat pandemi COVID-19, dalam pembangunan bendungan ini tidak dihentikan untuk dapat menjaga keberlangsungan proyek dan roda ekonomi, terutama penyediaan pekerjaan dan kegiatan selanjutnya untuk kontraktor, konsultan dan pekerja konstruksi.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut PT Nindya Karya Haedar A Karim selaku Production and HSE Supervisor. Nindya Karya Firmansyah, Direktur Administrasi Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, Direktur Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Krisno Yuwono, Direktur Biro Komunikasi Publik, dan Agus Sosiawan, Direktur Wilayah Sungai Kubang, Nusa Tenggara II .

3. Bendungan Gondang di Karanganyar dan Sragen

Sumber : investor.id

Proses injeksi atau tampungan air bendungan Gondang di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 100% atau telah mengisi kapasitas tampungan sebesar 9,15 juta meter kubik.

Proses pengisian sudah berlangsung selama 9 bulan sejak Presiden Jokowi menjabat pada Mei tahun lalu. Mulai saat itu, proses pengisian bendungan dilakukan dengan menutup saluran keluar untuk menghentikan aliran Sungai Garuda.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, menyatakan Bendungan Gangdang merupakan salah satu dari 65 rencana pembangunan bendungan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penampungan air guna menjaga kelestarian pasokan air irigasi untuk persawahan.

Keberadaan bendungan juga berpotensi sebagai sumber air baku, energi, pengendali banjir dan pariwisata yang akan mengembangkan perekonomian masyarakat.

“Pembangunan bendungan harus selalu mengikuti ketersediaan jaringan irigasi. Dengan cara ini, karena air pasti akan mengalir ke sawah petani, bendungan yang mahal itu bisa segera digunakan.

Selain itu, Basuki menuturkan, tahun lalu Dinas PUPR menyelesaikan pemugaran jaringan irigasi Waduk Gondang, sehingga dengan adanya injeksi air di bendungan tersebut, infrastruktur air siap digunakan oleh masyarakat.

Bendungan Gangtang diharapkan dapat mengairi 4.066 hektar lahan pertanian di wilayah Karanganyar dan Sragen.

Ia mengatakan: “Oleh karena itu, produksi beras di Jawa Tengah akan meningkat dan mendukung ketahanan pangan nasional.”

Selain irigasi, manfaat lain dari infrastruktur ini adalah menjadi sumber air asli wilayah Karanganyar dan Sragen. Masing-masing wilayah 100 liter per detik, dan debit banjir berkurang dari 639,22 meter kubik per detik menjadi 596,12 meter kubik per detik. kedua, penurunan 6,74%. Pembangkit listrik adalah 0,327 MW.

Infrastruktur tersebut juga akan digunakan untuk penghematan air (pengisian air tanah), destinasi wisata, dan kawasan lindung Eagle Basin (DAS).

Pada tahun ini, Bendungan Gangtang sedang dalam tahap pemeliharaan dan juga proses sertifikasi operasi serta pemeliharaan. Digunakan untuk menyuplai air baku ke wilayah Karanganyar dan Sragen, saat ini sedang dilakukan pemasangan pipa.

Sementara itu, bersama kontraktor PT Waskita Karya, pembangunan Bendungan Gondang dimulai pada 2014 dengan anggaran Rp 741 miliar. Jenis bendungannya adalah random backfill, dengan luas inti tegak Panjang bendungan 604 meter, tinggi bendungan 71 meter, lebar puncak bendungan 10,5 meter, dan luas daerah terendam 36,10 meter. hektar.

4. Bendungan Tukul Pacitan

Sumber : surabaya.bisnis.com

Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengungkap Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur pada Minggu, 14 Februari 2021.

Dikutip dari situs KPPIP (Selasa, 14/2/2021), Bendungan Tukul dengan total investasi Rp 674 miliar. Sumber pendanaan untuk proyek pembangunan ini seluruhnya berasal dari APBN.

Penanggung jawab proyek tersebut adalah Departemen PUPR, yaitu proyek tahun jamak yang rencana pembangunannya akan dimulai pada 2013. Tujuannya agar pembangunan waduk bisa selesai pada 2016 lalu ditunda hingga 2020.

Bendungan tersebut berkapasitas 8,68 meter kubik dan diharapkan dapat mengairi 600 hektar lahan. Bendungan tersebut mampu memberikan pasokan air baku sebesar 0,35 M3 per detik. Selain itu, waduk tersebut akan dilengkapi dengan pembangkit listrik dengan kapasitas pembangkit 0,64 megawatt.

PT Brantas Abipraya (Persero) melaksanakan kegiatan proyek bendungan di bawah pengawasan PT Mettana (JO) Anugerah Kridaparadana.

Seperti proyek infrastruktur lainnya, kendala utama pembangunan Bendungan Tukul adalah pembebasan lahan. Mengutip laman Brantas Abipraya, pembangunan harus selesai pada 2016. Namun karena proses pembebasan lahan yang lama, proyek tersebut telah dijadwal ulang dan dijadwalkan selesai pada tahun 2020.

Perlu dicatat bahwa pembebasan lahan untuk bendungan seluas 77 hektar itu baru selesai pada tahun 2016, dan konstruksi fisik besar-besaran segera dilakukan. Dulu pembangunan fisik dilakukan, tetapi bentuknya merupakan perkembangan sekunder, yaitu hanya bagian yang dibangun.

Selain itu, tantangan dalam pengembangan waduk ini adalah topografi. Salah satu kendala dari Bendungan Tukul adalah medannya yang sangat terjal sehingga membutuhkan tenaga yang ekstra hati-hati. Selain terjal, bebatuan di pintu masuk juga rawan tergelincir, atau jika digali, udara dan air yang digabungkan bisa cepat membusuk bebatuan.

Pada tahun 2020, proses pembangunan bendungan Tukul telah selesai, dan proses penimbunan awal sudah segera dilakukan yaitu dengan menutup saluran pelepasan untuk menghentikan aliran Sungai Telu.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi berangkat ke Jawa Timur untuk meresmikan Bendungan Tukul di Desa Tukul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Kepala Negara beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma di Jakarta pada Minggu (14/2/2021) dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia dan terbang ke Adisujip, Kabupaten Lehman, Pangkalan TNI AU Yogyakarta.

Berangkat dari Sleman naik helikopter Super Puma TNI AU untuk melanjutkan ke lokasi penyelesaian Bendungan Tukul.

Perlu diketahui bahwa Bendungan Tukul merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan meningkatkan kapasitas dari tampungan air daerah sekitarnya untuk dapat menjaga air irigasi.

Keberadaan bendungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku, energi, pengendali banjir dan pariwisata, yang akan mendorong perkembangan ekonomi masyarakat.

Turut serta dalam kunjungan kerja tersebut adalah Sekretaris Negara Platicno, Kepala Sekretariat Presiden Hru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Masda Turni Tony Hayono, dan Panglima Paspampler Mayjen TNI Argus Subiyanto.

Baca juga : Mantap Jokowi Membangun 65 Bendungan Sejak 6 Tahun yang Lalu

5. Bendungan Margatiga

Sumber : mediaindonesia.com

Target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) adalah menyelesaikan proses pembangunan Bendungan Maghitija di Kabupaten Lampung timur pada akhir tahun 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada Senin, 25 Januari 2021: “Volume pembangunan Bendungan Margatiga di Lampung timur saat ini adalah 56% dan ditargetkan selesai proses pengerjaannya pada akhir 2021.”

Dia menjelaskan, pembangunan Bendungan Magatija setinggi 24 meter dengan kapasitas 30 juta meter kubik telah dilakukan untuk memperlancar jaringan irigasi masyarakat di Sungai Bang di Saigon.

Dia berkata: “Bendungan Maqtiga dibangun untuk memfasilitasi jalur irigasi dari Sungai Bang di Saigon. Itu akan cukup jika air diambil dari Bendungan Batujiji, jadi kami membangun dua bendungan agar lebih mudah dan terintegrasi.”

Menurutnya, selain Bendungan Magatija di Lampung Timur, juga ada Bendungan Jalan Seppong yang rencananya akan selesai pada pertengahan 2021.

Dia berkata: “The Saigon Bang Dam telah menyelesaikan 88% proyek dan akan selesai pada pertengahan tahun. Integrasi bendungan tersebut merupakan bentuk dedikasi terhadap sistem irigasi Lampung.”

Ia berharap dengan adanya bendungan terpadu tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan air. Dia berkata: “Saya berharap setelah semua bendungan selesai dibangun, masyarakat akan memiliki akses mudah ke air.”

RSS
Follow by Email