Di Indonesia ini ada banyak tersedia berbagai macam musik. Masing-asing memiliki penggemar dan sejarah masuknya sendiri-sendiri. Tak terkecuali musik Jazz. Musik yang terkenal dengan dentuman bassnya ini mulai memasuki Indonesia sejak tahun 1930-an yang dibawa oleh para musisi yang berasal dari Filipina.

Selain memperkenalkan musik Jazz pada masyarakat di Indonesia, mereka juga membawa beberapa alat musik tiup seperti saksofon, terompet, dan memainkan jazz yang memiliki ritme latin. Mereka memainkan jenis boleros, rhumba, samba, dan lainnya.

Sebenarnya musik jazz itu sendiri berasal dari Amerika Serikat yang mendapatkan pengaruh dari musik Afrika dan eropa dengan sentuhan improvisasi para pemain alat. Musik jazz memiliki kunci permainan pada blue notes, polyrhythms, sinkopasi, shuffle note, dan lainnya.

Indonesia dan music Jazz

Hingga pada tahun 1955 muncullah sebuah kelompok yang emainkan musik jazz bernama Jazz Riders. Kelompok ini beranggotakan Bill Saragih, Didi Chia, Paul Hutabarat, Herman Tobing, dan Yuse. Mereka memainkan beberapa alat musik seperti piano, vibes, flute, piano, bass, dan drum.

Setelah terbentuknya Jazz Riders kemudian diikuti oleh beberapa kelompok lain yang juga menganut aliran musik jazz. Beberapa diantaranya adalah Jack Lemmers dimana digawangi oleh musisi terkenal Jack Lesmana, ayah dari musisi terkenal asal Indonesia, Indra Lesmana. Kelompok yang dibentuk Jack Lemmers ini beranggotakan Bubi Chen pada piano, Teddy Chen dan Jopy Chen pada bass, Maryono pada saksofon, Berges pada piano, Oei Boen Leng pada gitar, didi Pattirane pada gitar, Mario Diaz pada drum, den Benny Hainem pada clarinet.

Pada tahun 1990 mulai muncul era turunan musik jazz, yakni musik jazz yang dikombinasikan dengan aliran rock dan fusi. Penganut era turunan musik jazz ini adalah Fariz RM, Indra Lesmana yang mengikuti jejak sang ayah, Donny Suhendra, Dwiki Darmawan, Gilang Ramadhan, dan Pra B. Kemudian berkembang menjadi band Java Jazz yang sampai sekarang masih sangat populer dibantu oleh musisi Tohpati.

Menginjak tahunn 2000 mucul nama Tompi, seorang dokter yang juga menjadi musisi bass terkenal, kemudian maliq & D`essentials, Syaharani, Dewa Budjana, Andien, dan juga Tulus Hingga kini para penikmat musik Indonesia, musik Jazz pada khususnya tak pernah keinggalan mengupgrade musik-musik buatan para musisi jazz Indonesia ini.

Hal ini cukup membuktikan jika perkembangan musik Jazz di Indonesia termasuk sangat subur dan sangat menarik minat pencipta musik tanah air. Tidak kalah dengan aliran musik lain yang lebih dulu populer di masyarakat yang demam. Sudah banyak diadakan pula festival musik jazz di tanah air sebagai sarana menikmati musik jazz dan bertukar informasi yang terkait dengan musik jaz. Selain itu untuk mempererat persaudaraan sesama penikmat jazz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *