3 Wilayah di Indonesia Diguncang Gempa pada Rabu 24 Februari 2021 – Hari ini, Rabu (24/2/2021) tiga gempa bumi melanda wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, hutan pertama terjadi di Kabupaten Melonguane Sulawesi Utara hingga pukul 20.00 WIB.

3 Wilayah di Indonesia Diguncang Gempa pada Rabu 24 Februari 2021

Sumber : sulut.inews.id

backpagelowell – Gempa bumi berkekuatan 5,3 terjadi pada pukul 05.25 WIB. Kebetulan terletak 128 kilometer tenggara Melonguane di Provinsi Sulawesi Utara.

Tak sampai satu jam, gempa susulan terjadi di Kabupaten Gunung Kidul di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah. Getaran bahkan mencapai Pacitan dengan regimen III MMI (Improved Mercalli Intensity), dan di Bantul dan Gunung Kidul II MMI.

Menurut laporan, gempa berkekuatan 4,7, terkonsentrasi di laut, dengan kedalaman 26 kilometer.

Selanjutnya, Lin Du mengunjungi Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa ini terjadi pada pukul 16.04 WIB terukur kekuatannya mencapai 2.7.

Pusat gempa berada sekitar 3 kilometer timur laut daratan atau Lombok Tengah.

Berikut informasi lengkap yang dihimpun dari liputan6.com dan situs resmi BMKG tentang 3 Gempa Bumi yang melanda Wilayah Indonesia saat ini:

1. Gempa Melonguane Sulut

Sumber : sulut.inews.id

Pada Rabu, 24 Februari 2021, gempa Melonguane di Kepulauan Talau, Provinsi Sulawesi Utara berkekuatan 5,3 skala richter.

Gempa terjadi sekitar pukul 05.24 WIB. Ini disediakan oleh situs resmi Badan Meteorologi Iklim dan Geofisika (BMKG).

Jika ditulis gempa pada kedalaman 128 km 128 km tenggara Melonguane.

Ia berpesan kepada warga agar memperhatikan kemungkinan gempa susulan di daerah tersebut.

Data menunjukkan bahwa gempa ini merupakan yang ketiga kalinya sejak awal Februari di wilayah Melonguane diguncang.

Sebelumnya pada 2 Februari, gempa bumi berkekuatan 5,1 terjadi 17 kilometer barat daya Melonguane.

Selain itu, pada 10 Februari, gempa bumi berkekuatan 5,3 terjadi 112 kilometer timur laut Melonguane.

Aktivitas subduksi di Laut Sulawesi bagian utara memicu gempa berkekuatan 5,8 skala Richter di wilayah Buol Sulawesi Tengah pada Selasa pagi.

Menurut BMKG, gempa terjadi pada pukul 02.22 pagi, dengan pusatnya berada di laut sekitar 90 kilometer timur laut Buol dan kedalaman 10 kilometer.

Baca juga : Fakta Pengendara Mobil Tabrak Puluhan Motor di Makassar

2. Gempa Gunung Kidul

Sumber : inews.id

Gempa di Yogyakarta (Rabu, 24/2/2) mengguncang Kabupaten Gunungkidul di Kawasan Istimewa Yogyakarta. Gempa berkekuatan 4.7 terjadi pada pukul 06:18:07 WIB.

Badan Meteorologi Iklim dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episentrum terletak di 90 kilometer barat daya Gunung Kidul. Pusat gempa berada pada koordinat 8,73 LS dan 110,28 Bujur Timur.

BMKG melaporkan gempa sepanjang 26 kilometer bisa dirasakan di banyak wilayah di luar DI Yogyakarta.

Gempa terjadi di Gunungkidul, dengan tingkat gempa II MMI (Peningkatan Intensitas Merkara), Bantul II MMI dan Pacitan III MMI.

Sebelum berita ini ditulis, belum ada laporan tentang dampak gempa tersebut.

3. Gempa Lombok Tengah

Sumber : pantau.com

Gempa hari ini mengguncang Lombok bagian tengah dan sekitarnya pada Rabu, 24 Februari 2021 pukul 16.04:08. BMKG mengumumkan gempa berkekuatan 2,7 SR.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencontohkan, episentrum gempa Lombok Tengah hari ini berada pada titik koordinat 8,68 LS 116,29 di Bujur Timur.

Menurut BMKG, episentrum gempa berada 3 kilometer timur laut Lombok Tengah. Kedalaman episentrum (episentrum) adalah 7 km. BMKG juga mengingatkan masyarakat Lombok Tengah akan kemungkinan gempa susulan.

Menurut data yang dirilis BMKG, getaran akibat gempa di Lombok Tengah terasa hari ini di tempat-tempat berikut:

  • Lombok Tengah II
  • Lombok Barat II

Sebagai acuan, skala MMI (skala Mercalli) merupakan satuan yang digunakan untuk mengukur intensitas gempa bumi. Satuan ini diciptakan pada tahun 1902 oleh seorang ahli vulkanologi bernama Giuseppe Mercalli dari Italia.

Skala MMI dimodifikasi pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann. Tingkat MMI dibagi menjadi 12 kategori dampak gempa. Arah dampak gempa yang berlaku untuk setiap kategori kelas MMI adalah sebagai berikut:

MMI Level I: Hanya sedikit orang yang akan merasakan getaran dalam keadaan khusus

Skala MMI II: Beberapa orang akan merasakan getaran, dan benda ringan akan bergoyang.

Skala MMI III: Rasakan getaran sesungguhnya di dalam rumah. Seolah-olah ada truk yang lewat, dan saya merasakan getaran.

MMI Level IV: Di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah merasakan getaran, gerabah pecah, jendela / pintu berderit dan suara dari tembok.

Skala MMI V: Hampir seluruh warga merasakan getaran, massa terbangun, gerabah pecah, barang terlempar, tiang telepon dan benda besar seakan berayun, dan pendulum bisa berhenti.

Level MMI VI: Semua warga merasakan getaran. Yang terpenting adalah shock dan kelelahan, plester di dinding jatuh, cerobong asap pabrik mungkin rusak, rusak ringan.

Level MMI VII: Semua orang meninggalkan rumah. Kerusakan kecil pada rumah dan rumah yang dibangun dengan baik. Pada saat yang sama, di gedung-gedung yang dibangun dengan buruk, ada retakan atau bahkan kerusakan. Cerobong asapnya pecah. Orang di dalam kendaraan akan merasakan getaran.

MMI Level VIII: Kerusakan ringan pada bangunan yang kuat. Retakan pada bangunan yang tidak dibangun dengan baik, dinding dapat terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik, dan monumen dapat runtuh.

Skala IX MMI: Bangunan kokoh rusak, rangka rumah tidak lurus, dan banyak retakan. Rumah itu tampaknya telah bergeser sedikit dari fondasinya. Pipa-pipa di dalam rumah rusak.

Kelas X MMI: bangunan kayu solid hancur, rangka rumah terlepas dari pondasi, tanah retak, rel kereta bengkok, dan terjadi longsor di setiap sungai dan tanah terjal.

Skala MMI XI: Hanya tersisa beberapa bangunan. Jembatan itu hancur dan ada lembah. Pipa bawah tanah sama sekali tidak dapat digunakan, tanahnya terbagi, dan lintasannya benar-benar melengkung.

Skala MMI XII: hancur total, gelombang terlihat di tanah. langit menjadi gelap. Benda itu terlempar ke udara.

Sebagai acuan, sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan gempa. Menurut data BMKG, hanya antara tahun 1976 dan 2006 saja terdapat 3486 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 6,0.

Apa yang menyebabkan gempa bumi? Dari segi penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi dua jenis. Pertama, gempa tektonik terjadi secara tiba-tiba akibat pergerakan atau pergerakan lapisan batuan di kerak bumi. Fenomena ini terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik.

Selain itu, akibat aktivitas vulkanik, gempa bumi dapat terjadi. Jenis kedua disebut gempa vulkanik.

Pergerakan lapisan batuan bawah tanah secara tiba-tiba menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik. Saat gelombang tersebut mencapai permukaan bumi, getarannya akan merusak semua bangunan, seperti gedung, dan dapat menimbulkan korban jiwa.

Antisipasi Gempa Bumi

Sumber : nasional.kompas.com

Inilah yang harus dilakukan sebelum, sebelum dan sesudah gempa.

Sebelum:

-Memastikan struktur dan letak rumah dapat terhindar dari bahaya yang diakibatkan gempa bumi seperti longsor atau likuifaksi. Mengevaluasi dan merenovasi struktur pondasi bangunan untuk dapat menghindari resiko gempa bumi.

-Ketahui letak lingkungan kerja Anda: perhatikanlah dimana lokasi pintu, elevator, dan tangga darurat. Ketahui juga tempat paling aman untuk bersembunyi.

-Belajar membuat pertolongan pertama dan alat pemadam kebakaran.

-Tuliskan nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat gempa terjadi.

-Susun furnitur agar terpasang kuat di dinding agar tidak jatuh, roboh, atau bergeser saat terjadi gempa bumi.

-Taruh benda berat di bagian bawah sebanyak mungkin. Periksa stabilitas benda yang mungkin jatuh selama gempa bumi

-Menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang tidak mudah pecah untuk menghindari kebakaran.

-Ketika tidak digunakan, pastikan untuk mematikan air, gas dan listrik.

-Persiapkan alat yang ada dimana-mana: kotak P3K, senter / lampu baterai, radio, suplemen makanan dan air.

Saat Terjadi Gempabumi:

-Jika Anda berada di dalam gedung, silakan bersembunyi di bawah meja untuk melindungi tubuh dan kepala Anda dari benturan bangunan yang runtuh, temukan tempat teraman dari kerikil dan benturan, jika memungkinkan, silakan Pergi ke luar.

-Jika Anda berada di luar gedung atau area terbuka: hindari gedung di sekitarnya, seperti gedung, tiang telepon, dan pepohonan. Perhatikan posisi berdiri agar tidak terjadi retakan tanah.

-Jika Anda mengemudi: Keluar dari mobil, keluar dari mobil dan jauhi mobil untuk menghindari mengemudi jika terjadi perpindahan gigi atau kebakaran.

-Jika Anda tinggal di pantai atau di pantai: harap menjauh dari pantai untuk dapat menghindari bahaya tsunami.

-Jika Anda bertempat tinggal di daerah pegunungan: Jika sewaktu terjadi gempa bumi, hindarilah daerah yang dapat terjadi bencana longsor.

Baca juga : Penyebab dan Dampak Gempa Fukushima Jepang 2021

Setelah Terjadi Gempabumi:

-Jika Anda berada di dalam gedung: Silakan tinggalkan gedung dengan tertib; jangan gunakan elevator, jangan gunakan tangga biasa; periksa adanya luka dan berikan pertolongan pertama; jika Anda atau orang di sekitar Anda terluka parah, silakan hubungi atau tanyakan untuk bantuan.

-Periksa lingkungan sekitar: kebakaran, kebocoran udara, korsleting, dll. Periksa aliran dan pipa air untuk melihat apakah ada bahaya.

-Harap jangan memasuki gedung yang terkena gempa karena mungkin masih ada reruntuhan.

-Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, jika tidak maka akan ada bahaya berikutnya.

-Dengarkan informasi tentang gempa di radio (jika terjadi gempa susulan). Isu atau pemberitaan dengan sumber yang tidak jelas tidak mudah memancing provokasi.

-Isi kuesioner yang diberikan oleh instansi terkait untuk dapat mengetahui seberapa besar kerugian yang ditimbulkan.

-Janganlah panik serta jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan kita semua.

RSS
Follow by Email